• SMP MUHAMMADIYAH 1 PLUS CILACAP
  • Unggul dalam Prestasi berdasarkan Iman dan Taqwa, Terampil Mandiri, dan Berbudaya Lingkungan

KEUNGGULAN “MEMBIASAKAN” BERBAHASA INGGRIS DI DALAM KELAS

Zahrotul ‘Izzah

SMP MUHAMMADIYAH 1 CILACAP

zahrotulizzah93@gmail.com



Abstrak

          Tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi para pendidik menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar didalam kelas. Karena masih banyak sekali pendidik di zaman sekarang yang belum menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar. Padahal banyak sekali keuntungan yang didapat para siswa dan guru itu sendiri apabila mengaplikasikan bahasa pengantar tersebut setiap harinya. Kurang percaya diri merupakan salah satu penyebab guru enggan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran, peran guru adalah sebagai model, motivator, fasilitator, partner dalam kegiatan belajar; evaluator, dan monitor sangat dibutuhkan.
Kata Kunci : peran guru, percaya diri, bahasa pengantar, bahasa inggris

 

Abstract

               This writing is written to improve the motovation of teachers to use English as Language Instruction in the class. Because there are so many teachers in this era do not use English as the Language Instruction in the class. Whereas, the students and teachers can get
so many adventages if they applied it everyday. Not confidence by them selve is on of the reason of teachers did not use it. In the Teaching Learning Process, the teacher’s roles as a model, motivator, facilitator, partner during teaching learning process; evaluator, and monitor needed.

Keywords : teacher’s role, confidence, language instruction, english

 

Kurikulum 2013 yang mengangkat tema “Caracter Building” atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan membangun karakter menjadikan dampak besar bagi siswa siswi dan guru yang terlibat didalamnya. Bukanlah soal mudah untuk mempelajari dan mempraktikkan alur pembelajaran Kurtilas (Kurlikulum 2013) tersebut. Butuh banyak pelatihan untuk para guru yang sudah tertanam rapi alur atau cara mengajar kurikulum sebelumnya di benak mereka yang notabene mengajar dengan model ceramah yang sangat berbeda sekali dengan kurikulum 2013 yang mengusung model diskusi. Kalau ditelaah, lebih memudahkan guru dalam pembelajaran memang, karena siswa banyak mencari tau sendiri dari data yang mereka peroleh. Namun perlu diingat kembali bahwa merubah pola pikir yang sudah lama tertanam baku di dalam diri akan sangat susah tetapi apabila dibarengi dengan usaha akan dapat diubah meski perlahan. Salah satunya adalah pembiasaan penggunaan bahasa inggris didalam kelas.

 

Hal ini masih sangat sulit dijumpai di beberapa sekolah khususnya swasta. Masih banyak guru yang menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa pengantar mereka. Hal ini dikuatkan oleh pengamat pendidikan yakni Suwartono dan Arif Hertanto yang menyebutkan dalam artikelnya yang berjudul Peningkatan Penggunaan Bahasa di dalam Kelas. Beliau menyebutkan bahwa masih banyak guru yang belum menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar didalam kelas, padahal hal ini sangat berpengaruh dalam peningkatan penguasaan bahasa inggris peserta didik. Namun banyak guru yang menyerah menggunakan
bahasa inggris karena peserta didik banyak yang tidak mengerti dengan apa yang ia  ucapkan. Dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa alasan lain guru tidak menggukan bahasa inggris dikarenakan kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

 

Pengaruh Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar didalam kelas

Dikutip dari Jurnal yang dikeluarkan oleh Universitas Pendidikan Ganesha yang ditulis ole Luh Putu Artini (2013) disebutkan bahwa penggunaan bahasa pengantar berhubungan langsung dengan proses dan hasil belajar karena guru sebagai fasilitator pembelajaran memiliki tanggung jawab mengantarkan peserta didik pada pencapaian kompetensi melalui bahasa lisan maupun tulisan yang dipakai pada saat menjelaskan, memberi instruksi dan feedback, mengelola kelas, serta mengevaluasi hasil belajarnya.

 

Ini sangat jelas sekali bahwa bahasa pengantar dapat memberikan banyak keuntungan bagi peserta didik. Salah satunya adalah bertambahnya kosa kata baru dari guru. Selain itu, penggunaan bahasa pengantar bahasa inggris didalam kelas juga dapat meningkatkan daya konsentrasi siswa dalam mengerti sebuah materi pembelajaran. Dan ini juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam berbicara menggunakan bahasa inggris.

 

Persepsi siswa tentang Bahasa Inggris

Luh Putu Arini dalam artikel lain menyebutkan bahwa guru percaya penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar akan mampu membekali siswa mereka dengan kemampuan berbahasa Inggris yang bagus di kemudian hari. Hal ini dikuatkan dengan penelitian yang ia lakukan yakni sebanyak 50% guru merasa yakin (dan sisanya tidak yakin) bahwa siswa mereka memahami penjelasan mereka yang menggunakan bahasa Inggris saat mengajar. Bagaimana pendapat siswa dalam hal ini? Luh Putu Arini menjelaskan dala artikelnya yaitu para siswa dalam merespon pertanyaan yang menanyakan tentang kesulitan siswa dalam memahami penjelasan guru, 57,53% siswa mengatakan bahwa mereka kadangkadang sulit memahami. Kata ’kadang-kadang’ memang relatif, tetapi yang jelas siswa tidak selalu bisa memahami penjelasan guru dengan mudah. Ini berdampak pada kualitas tuga yang dikerjakan siswa. Sebanyak 63,01% siswa menganggap bahwa mereka kadang-kadang kesulitan dalam mengerjakan tugastugas yang diberikan guru mereka.

 

Memang, banyak siswa yang jika ditanya tentang bahasa inggris mereka mengaku kesulitan dalam memahami bahasa itu sendiri dikarenakan rendahnya kosa kata yang mereka miliki. Namun, jika hal ini dapat di dilakukan dengan cara mengajak para siswa membiasakan diri berbahasa inggris setiap hari, kemungkinan meningkatkan kosakata yang mereka miliki bukanlah hal yang tidak mungkin.

 

Dalam proses pembelajaran, guru sangat penting peranannya, peran guru yang cukup dOminan seperti memberikan contoh bagaimana bahasa inggris yang baik (model); memberikan motif; agar siswa senang belajar Inggris (motivator); memfasilitasi siswa dalam belajar bahasa Inggris (fasilitator); menjadi partner dalam kegiatan belajar; mengevaluasi bahasa Inggris siswa (evaluator); dan memantau penggunaan bahasa Inggris siswa (monitor). Peran-peran tersebut lahir sebagai akibat yang tak terhindarkan dari penyelenggaraan pembelajarn bahas yang tepusat pada siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Suwartono, Hertanto Arif. Peningkatan Penggunaan Bahasa Inggris Didalam Kelas, diakses pada 01 Juni 2018 dari https://www.academia.edu

 

Artini, L.P. (2013). Penggunaan English as Medium Of Instructions (Emi) Dan Konsekuensinya Terhadap Proses Pembelajaran Ditinjau dari Persepsi Siswa. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. Vol. 2, No.1, April 2013 (hal. 166-178).

Artini, L.P. (2011). Persepsi Guru dan Siswa terhadap Penggunaan Bahasa Inggris di Kelas Bilingual di Sekolah Menengah Atas Berstatus RSBI di Bali. Jurnal Ilmu Pendidikan Jilid 17 No.4, Februari 2011 (hal. 307-312).


Aryanika, Septa. MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS: Studi pada Kelas Unggulan SMA Negeri I Metro Lampung. Diakses pada 02 Juni 2018 dari https://media.neliti.com/media/publications/56985-ID-manajemen-pembelajaran-bahasa-inggris-st.pdf

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
ANALISIS KETRAMPILAN KOMUNIKASI DISKUSI DALAM PLAN, DO, SEE PADA MATERI PEMAHAMAN LOKASI MELALUI PETA DI ERA DIGITAL 4.0 PADA PESERTA DIDIK KELAS VII B SMP MUHAMMADIYAH 1 CILACAP

oleh TIM Lesson study Mata Pelajaran IPS SMP Muhammadiyah 1 Cilacap    Etin Yuli Astuti Putri, S.Pd, ( etinyuli@gmail.com ) Rr. Melonia Yastika Isabela, S.Pd,  ( allr

11/12/2022 17:25 WIB - Administrator
Penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik kelas VIII menggunakan Media Canva dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada materi Greeting Card.

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam P

10/12/2022 06:59 WIB - Administrator
PJJ Won’t Kill You

16 Maret 2020 lalu, WFH atau Work from Home dimulai sebagai upaya pencegahan merebaknya virus korona yang sudah berdampingan dengan kita semua hampir 1 tahun lamanya. Seluruh masyaraka

05/12/2022 16:20 WIB - Administrator